Langsung ke konten utama

UNIT DEATH METAL ASAL SUMATERA, JAMBI " DEATH TRONE " MERELEASE ALBUM PERDANA MEREKA DENGAN TITLE GARDEN OF DREAD

News - Terbentuknya Band ini berawal dari suatu perkumpulan dengan beberapa orang yang saat itu masing-masing telah memiliki band dari Genre musik yang berbeda. Death Throne sebuah band berasal dari Jambi indonesia terbentuk atas dasar ide yang tidak tersalurkan di band kami sebelumnya. Saat itu 2018 kebanyakan band Death Metal musiknpa mengarah ke sub gente vang lebih cepat seperti Butal Death Metal dan Technical Death Metal.

Melihat fenomena seperti itu teman kami Estu(alm) salah satu founder di band ini berinisiatif mengumpulkan kami untuk membentuk grup ini yang beranggotakan 4 orang paitu Yogi Alanuari (drum) dari band Homicidal Enigma, Rivandi Aminul Rasyid (bass) dari band Desolation, Rama Dika Saputra (gitar) dari band Infernum dan Muhammad Rabdes Pangestu (vokal/gitar) vang kini meluncurkan album perdana kami beri judul "Garden Of Dread".

Musik kami hadir sebagai sebuah refleksi realitas yg berasal dari suatu kondisi psikologis tertentu pang di tuangkan kedalam bentuk notasi dan syair beraturan walau kadang terdengar tak beraturan dengan tempo yang tidak terlalu cepat. Singkatnya adalah ekspresi kejujuran realitas bisa menimbulkan berbagai macam interpretasi tergantung dari sudut pandang individunya masing- masing.

Sudut pandang itulah yang bisa menimbulkan kondisi-kondisi ekstrim kejiwaan tertentu. Kondisi kejiwaan ekstrim inilah yg coba di refleksikan kedalam musik dan lirik Death Throne dan inilah yang terbentuk melalui proses panjang, rumit, dan melibatkan semua unsur yang ada pada masa lalu maupun yang sedang berlangsung saat ini. Pemilihan diksi kalimat yang di tampilkan adalah kata pang cenderung berimplementasi pada nuansa sisi gelap manusia selalu di tonjolkan dan mendominasi setting background lagu dengan mayoritas tema berkisar tentang depresi, nihilisme, schizophrenic, putus asa, kematian, kehancuran, psikoanalisis, dan kekerasan.






Jodi (Vokal) Kama(Gitar)

Bibim(Gitar) Riyan (Bass)

Vogi(Drum)


Tracklist:

My Remembrance

First Bloo៦

Drowned By The Abyss

Dark Chasm

Garden Of Dread

Forgotten The Anguish

Truth Of Immortality

Endless


All music written by Death Throne.

Recorded at bb Road studio, operated by Bubs Sagat.

Mixed and Mastered by Bubs Sagat

of Sagat Audio.

Cover Photo and Lavots by Jodi.

Released by G..D Records.

Distributed by Death Throne

Contact

Yogi Alanuari

0852 1134 4739

Email Gdeaththrone6@gmail.com

Links

www.instagram.com/deaththrone_dm www.deaththronedm.bandcamp.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JAPA MANTRA RILIS MAXI SINGLE TENTANG DUNIA DAN SIFAT BURUK MANUSIA

Ejaculated -  Belantika musik kembali kedatangan grup band baru dengan wajah lama dari kota Yogyakarta bernama Japa Mantra.   Mereka terbentuk awal tahun 2024 dan sepakat mengusung genre yang rock yang populer pada tahun 70an. Japa Mantra beranggotakan 5 wajah lama musisi Yogyakarta, diantaranya adalah Lukman Marjabinie sebagai vokalis (Afapika), Gigih Prayogo sebagai gitaris (KOEN the Guitar Band, Akadama and the Yoyo Connection), Danudjaditya sebagai gitaris (Electric Dynamite Flux dan Kombakambek), Bintang Renjana diposisi bass (Ringrootz, Trip Trapper) dan Bable Sagala mengisi posisi drum   (Risky Summerbee and The Honeythief, Metallic Ass, dan SPAD). Ide berawal dari Bable yang mengajak Gigih dan Lukman yang sudah bersahabat sejak lama untuk membuat band kembali, lalu diajaklah Bintang dan Danudjaditya bergabung melengkapi formasi ini. 2 nama terakhir yang disebut tak lain dan tak bukan merupakan pelanggan setia di Watchtower Studio milik sang drummer. “Niat awalny...

Pringgo Refleksikan Perjalanan Kehidupannya Lewat Album Perdana, “Bejana”

Ejaculated -  “Berkenalan Dengan Bejana, Album Perdana Pringgo, penulis lagu sekaligus produser” pada lagu “kita ke sana” dari Hindia, Member Twentyfirst Night dan Memperkenalkan Single “ Pesan” Bersama Dochi Sadega hingga  ‘Bittersweet of Rain’ Bersama Pamungkas Menjadi 2 Trek Utama di Album Ini” Bulan September merupakan moment penting bagi Pringgo yang sempat berkarya bersama Twentyfirst Night karena pada bulan itu, album solo yang telah lama dinanti akhirnya dirilis. Bertajuk “ Bejana ”, album ini merupakan rekoleksi kisah yang penuh makna dan emosional yang mengeksplorasi nuansa emosi manusia, pertumbuhan, dan transformasi. “Semua track di album ini adalah cerminan kejadian kehidupanku selama proses pengerjaan album ini sendiri,” ungkap Pringgo . “ Jadi, album ini terasa personal dan sangat berkesan karena jadi semacam diary kisahku,” lanjutnya. Lewat album yang memang telah digarap kurang lebih selama 1 tahun ini, Evolusi Pringgo sebagai seorang artis sangat...

Mirelle G.Edith Gambarkan Perjalanan Emosional Yang Mendalam Melalui Singel “Ini Tak Biasa”

Ejaculated -  Bagaimana perasaan seseorang saat memasuki suasana baru? Tentu perasaan itu membuat segalanya tercampur aduk. Begitu jugalah yang coba digambarkan oleh Mirelle G. Edith lewat single terbarunya yang bertajuk ‘Ini Tak Biasa’ . “Lagu ini mengajak kita menyadari bahwa segala hal dalam hidup ini, bahkan perasaan paling kelam sekalipun, memiliki waktunya untuk berlalu, ” ungkap Mirelle . “Semua akan kembali seperti semula, atau bahkan lebih baik lagi, kelam jadi terang,” lanjutnya. Itulah mengapa lewat ‘Ini Tak Biasa’ , Mirelle menggambarkan perjalanan emosional yang mendalam dengan menggunakan elemen alam, misalnya hujan untuk menggambarkan kesedihan, suara daun jatuh untuk menggambarkan rasa bimbang, dan langit biru juga kicauan burung untuk menyimbolkan harapan. Semua itu ditulis sendiri oleh Mirelle G. Edith secara lancar. Bahkan saat Mirelle turut serta mengajak Lafa Pratomo sebagai sosok yang terlibat langsung sebagai Producer hingga proses Mastering semuanya ...