Langsung ke konten utama

DECEPTIVE CONCEPTION SOLO PROJEK BRUTAL DEATH METAL ASAL PEMALANG MELUNCURKAN DEMO 2024 MELALUI LABEL ASAL CHINA “BRUTALREIGN PRODUCTIONS”

Captive Conception adalah solo projek brutal death metal asal Pemalang jawa tengah yang dibentuk oleh Wasis Setiawan yang sebelumnya di kenal sebagai gitaris dari band DECAYED FLESH & CONSUMED .
Projek ini dimulai dari pertengahan tahun 2023 dengan merekam dua lagu secara mandiri oleh Wasis Setiawan sebagai pengisi vocal,gitar,bass,dan drum programming.

Kemudian pada akhir tahun 2023 masuk tahap mixing dan mastering yang di kerjakan oleh Ifan SickStudio Asal Tuban Jawa Timur , kemudian untuk Logo band di kerjakan oleh Mythology Art dari Yogyakarta. Pada 13 Oktober 2024 Deceptive Conception telah meluncurkan dua lagu melalui kanal youtube resmi BRUTALREIGN PRODUCTIONS berjudul “Extermination & Manipulation” dengan gaya musik ala brutal death metal Belanda dan USA Lagu Extermination bercerita tentang masa kelam peperangan di abad pertengahan yang menjadi cikal bakal dari peperangan besar di masa sekarang hingga masa yang akan datang. 

Sedangkan Manipulation menceritakan tentang Sisi gelap Dunia digital era modern yang penuh tipu daya membuat manusia rusak diperbudak secara tidak sadar , mengikuti algoritma yang sudah diatur oleh kelompok kelompok yang tersembunyi.
Demo dua lagu tersebut di cetak CD dalam jumlah terbatas hanya 100 Copy sebagai langkah awal menuju Album penuh yang akan di rekam di tahun 2025.

Untuk Info mendapatkan rilisan fisik bisa hubungi :
Facebook : Brutal Wang/BrutalReign Productions
https://brutalreignproductions.bandcamp.com/
Dengarkan lagunya disini :
https://youtu.be/sH3zAACI1o4?si=N5GyriCUWfm55i-K

#ejaculatedzine #infoterbaru #news #demo #deceptiveconception

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JAPA MANTRA RILIS MAXI SINGLE TENTANG DUNIA DAN SIFAT BURUK MANUSIA

Ejaculated -  Belantika musik kembali kedatangan grup band baru dengan wajah lama dari kota Yogyakarta bernama Japa Mantra.   Mereka terbentuk awal tahun 2024 dan sepakat mengusung genre yang rock yang populer pada tahun 70an. Japa Mantra beranggotakan 5 wajah lama musisi Yogyakarta, diantaranya adalah Lukman Marjabinie sebagai vokalis (Afapika), Gigih Prayogo sebagai gitaris (KOEN the Guitar Band, Akadama and the Yoyo Connection), Danudjaditya sebagai gitaris (Electric Dynamite Flux dan Kombakambek), Bintang Renjana diposisi bass (Ringrootz, Trip Trapper) dan Bable Sagala mengisi posisi drum   (Risky Summerbee and The Honeythief, Metallic Ass, dan SPAD). Ide berawal dari Bable yang mengajak Gigih dan Lukman yang sudah bersahabat sejak lama untuk membuat band kembali, lalu diajaklah Bintang dan Danudjaditya bergabung melengkapi formasi ini. 2 nama terakhir yang disebut tak lain dan tak bukan merupakan pelanggan setia di Watchtower Studio milik sang drummer. “Niat awalny...

Pringgo Refleksikan Perjalanan Kehidupannya Lewat Album Perdana, “Bejana”

Ejaculated -  “Berkenalan Dengan Bejana, Album Perdana Pringgo, penulis lagu sekaligus produser” pada lagu “kita ke sana” dari Hindia, Member Twentyfirst Night dan Memperkenalkan Single “ Pesan” Bersama Dochi Sadega hingga  ‘Bittersweet of Rain’ Bersama Pamungkas Menjadi 2 Trek Utama di Album Ini” Bulan September merupakan moment penting bagi Pringgo yang sempat berkarya bersama Twentyfirst Night karena pada bulan itu, album solo yang telah lama dinanti akhirnya dirilis. Bertajuk “ Bejana ”, album ini merupakan rekoleksi kisah yang penuh makna dan emosional yang mengeksplorasi nuansa emosi manusia, pertumbuhan, dan transformasi. “Semua track di album ini adalah cerminan kejadian kehidupanku selama proses pengerjaan album ini sendiri,” ungkap Pringgo . “ Jadi, album ini terasa personal dan sangat berkesan karena jadi semacam diary kisahku,” lanjutnya. Lewat album yang memang telah digarap kurang lebih selama 1 tahun ini, Evolusi Pringgo sebagai seorang artis sangat...

Mirelle G.Edith Gambarkan Perjalanan Emosional Yang Mendalam Melalui Singel “Ini Tak Biasa”

Ejaculated -  Bagaimana perasaan seseorang saat memasuki suasana baru? Tentu perasaan itu membuat segalanya tercampur aduk. Begitu jugalah yang coba digambarkan oleh Mirelle G. Edith lewat single terbarunya yang bertajuk ‘Ini Tak Biasa’ . “Lagu ini mengajak kita menyadari bahwa segala hal dalam hidup ini, bahkan perasaan paling kelam sekalipun, memiliki waktunya untuk berlalu, ” ungkap Mirelle . “Semua akan kembali seperti semula, atau bahkan lebih baik lagi, kelam jadi terang,” lanjutnya. Itulah mengapa lewat ‘Ini Tak Biasa’ , Mirelle menggambarkan perjalanan emosional yang mendalam dengan menggunakan elemen alam, misalnya hujan untuk menggambarkan kesedihan, suara daun jatuh untuk menggambarkan rasa bimbang, dan langit biru juga kicauan burung untuk menyimbolkan harapan. Semua itu ditulis sendiri oleh Mirelle G. Edith secara lancar. Bahkan saat Mirelle turut serta mengajak Lafa Pratomo sebagai sosok yang terlibat langsung sebagai Producer hingga proses Mastering semuanya ...