Langsung ke konten utama

Unit Pop Kontemporer Antemik lightcraft berkolaborasi dengan Ikkubaru di Singel Terbaru “Tell Me”

News - pergulatan batin Imam akan kecemasan dan ketakutan atas segala hal yang mungkin saja berujung berantakan. Judul "Tell Me" layaknya sebuah permohonan untuk mendapatkan kepastian, seruan pelipur lara di tengah ketidakpastian. Liriknya yang terdengar bak memohon dengan sangat, meminta diyakinkan "It’s gonna be all right", kemungkinan besar akan terasa lazim bagi siapa pun yang pernah menjalani hidup yang penuh keragu-raguan (mungkin, hampir semua dari kita?).

“Saya berbincang panjang dengan teman saya, dan pembicaraan itu mengalir cukup dalam. Setiap detilnya terngiang di kepala cukup lama, hingga saya pun menyadari bahwa inti dari semua itu persis seperti kecemasan luar biasa yang masih saya alami,” ungkap Imam. "Saya selalu meragukan diri saya sendiri, tetapi yang saya butuhkan hanyalah seseorang untuk sekedar meyakinkan saya bahwa semuanya akan baik-baik saja."

Kolaborasi dengan ikkubaru bukanlah suatu kebetulan. Iqbal dan bandnya telah berbagi panggung dengan lightcraft cukup banyak. Dan ya, mereka bahkan tampil di pernikahan Imam. Jadi, wajar jika Imam bisa dengan mudahnya bertanya kepada Iqbal apakah dia bersedia memproduseri lagu lightcraft. Iqbal memilih lagu yang sebelumnya dinamai "New Song Idea 25" (sungguh kreatif, bukan?) dari kumpulan demo, karena lagu tersebut seperti berbicara kepadanya. Dan lahirlah "Tell Me".

“Ini adalah tantangan yang saya inginkan. Menggabungkan gaya penulisan lagu saya dengan musik mereka,” kata Iqbal. "Saat saya mendengarkan demo mereka, hal pertama yang saya perhatikan adalah progresi kunci. 'Tell Me' cukup sederhana, sehingga banyak ruang untuk bereksperimen. Kami saling berbagi ide hingga tahap di mana kami pun bisa meningkatkan kualitas bermusik kami masing-masing."

Iqbal, yang selalu perfeksionis, menawarkan dua versi lagu kepada lightcraft: versi lambat dan cepat. Dengan gaya khas lightcraft, band ini pun memilih untuk mencari tantangan lain dengan versi lagu yang lambat. Mereka kemudian menambahkan sedikit perubahan pada paruh kedua lagu dengan sentuhan deep house yang memberikan nuansa dance yang dinamis. Lagu ini memadukan nuansa city pop dan elektronik, merangkum pelbagai pengaruh dari Tatsuro Yamashita, Mariya Takeuchi, Coldplay, Rüfüs Du Sol, Fred Again.., hingga Lastlings. Hasilnya? Sebuah lagu yang terasa bak soundtrack sempurna untuk kredit akhir sebuah film atau saat Anda tiba-tiba tersadar bahwa Anda tengah berada dalam kegundahan akan eksistensi diri tepat ketika sedang berkendara menembus gelapnya malam.

Lagu ini di-master oleh mastering engineer asal Filipina, Miguel Lim, di Cebu, yang juga mengerjakan single lightcraft sebelumnya, "Coming Home (feat Chelsea Dawn & Coloura)." "Tell Me" terasa jauh berbeda dari karya-karya mereka sebelumnya, menunjukkan identitas sebuah band yang tidak takut untuk terus berevolusi dan mendorong batasan mereka sendiri demi melahirkan sesuatu yang segar dan menarik pada setiap rilisannya.

"Kami begitu antusias saat mendengar versi awal yang dikirimkan Iqbal. Rasanya kami seperti ada dalam satu ikatan harmoni antara satu dengan yang lain, juga arah musik kami,” tambah gitaris Fari Febrian. 

Single baru ini terasa pas dengan kembalinya lightcraft ke Jepang di bulan lepas, di mana mereka terakhir kali melakoni tur pada 2019. Menampilkan "Tell Me" pada pertunjukan mereka di Tokyo serta M Festival 2024, mereka mendapatkan respon yang luar biasa dari penonton di sana. Kolaborasi ini bahkan terasa lebih masuk akal karena ikkubaru praktis adalah darah biru di kancah city-pop Jepang.

Sebuah video musik modis menyertai perilisan single ini, yang direkam dan disutradarai oleh kolaborator lama mereka, Reksa Fajar, di Studio Dikala. Memberikan penghormatan pada pertunjukan ikonik Spandau Ballet dan Simple Minds, video ini menampilkan lightcraft dan Iqbal dengan latar yang intim, hampir terasa sempit bahkan. Video ini diawali dengan memperlihatkan bentuk kecemasan mereka, yang berujung pada sebuah keriaan penuh kebahagiaan pada paruh kedua lagu.

Foto sampul artwork yang diambil oleh pendiri Ruang Creative, Glendy Elbricts, mengilustrasikan dualitas lagu ini. Foto tersebut menampilkan para personil band yang bersandar pada dinding, takut akan apa yang akan terjadi selanjutnya, tetapi tetap tegak berdiri dalam menghadapi tantangan yang mungkin menghadang mereka. 

Bagi kalian yang mencari musik yang mungkin bisa dijadikan soundtrack untuk pencerahan besar kalian berikutnya, "Tell Me" mungkin adalah jawabannya. “Tell Me (feat ikkubaru)” akan tersedia di semua layanan musik digital mulai dari 6 November 2024. D


Written By : Imam Wisaya Surataruna, Muhammad Iqbal, Safarilhaj Febrian, and Ghani Albar
Composed by : Imam Wisaya Surataruna, Muhammad Iqbal, Safarilhaj Febrian, and Ghani Albar
Lyrics by : Imam Wisaya Surataruna
Mixed by : Muhammad Iqbal Mastered by Miguel Lim
Vocals by : Imam Wisaya Surataruna
Vocals recorded at : All Good Music Indonesia 
Vocals directed by : Ghani Albar
backing vocals by : Mirna Nurmala
Guitars by : Safarilhaj Febrian
Guitars, synths By : Muhammad Iqbal
Keyboards, drum : Muhammad Iqbal
Artwork photo : Ruang Creative by Glendy Elbricts
Press photos by : Ruang Creative by Glendy Elbricts 
Artwork layout by : Imam Wisaya Surataruna and Safarilhaj Febrian

UPCOMING SCHEDULE :

lightcraft live at Supersonik #61
Friday, November 8, 2024, 7pm
IFI Jakarta Auditorium
Featuring Atlesta, The Nerverackers, lightcraft
Tickets https://www.the-storefront.com/product/supersonik-61-regular-tickets/
Media guestlist form https://forms.gle/Buj3BTB58qr6YmRg9 (NOT FOR PUBLIC)


Tentang lightcraft

Band pop kontemporer Indonesia asal Jakarta, lightcraft, menghbiskan misi utama mereka untuk menerangi dunia melalui alunan nada dan melodi yang menyejukkan jiwa, disatukan dengan lirik-lirik penuh harapan dan energi positif. Terbentuk di Selangor, Malaysia, di mana mereka bertemu saat belajar di universitas yang sama tahun 2006, trio ini memilik karakter sound unik yang siap menggebrak arena, yang membangkitkan semangat dan energik namun juga melankolis.

lightcraft dikenal dengan rekam jejak yang menakjubkan di panggung internasional, di mana mereka telah tampil di beberapa festival music dan panggung paling bergengsi di 15 negara di Amerika Utara, Eropa, dan Asia.

lightcraft telah melahirkan dua EP dan empat album, di mana yang teranyar adalah album “Hope + Love”, yang dirilis pada Juli 2022. Mereka merilis album deluxe edition dari “Hope + Love” yang diberi nama “Hope + Love: reanimated edition” pada Juli 2024, diawali dengan sebuah single baru “Coming Home (feat Chelsea Dawn & Coloura)” pada akhir April 2024. Perjalanan penuh terobosan lightcraft tak terhentikan.

Source : Good music release

Visit Instagram : @ejaculatedzine @lightcraftmusic | TikTok : @lightcraftmusic | All DSP : lightcraft |YouTube : lightcraft


Komentar

Postingan populer dari blog ini

JAPA MANTRA RILIS MAXI SINGLE TENTANG DUNIA DAN SIFAT BURUK MANUSIA

Ejaculated -  Belantika musik kembali kedatangan grup band baru dengan wajah lama dari kota Yogyakarta bernama Japa Mantra.   Mereka terbentuk awal tahun 2024 dan sepakat mengusung genre yang rock yang populer pada tahun 70an. Japa Mantra beranggotakan 5 wajah lama musisi Yogyakarta, diantaranya adalah Lukman Marjabinie sebagai vokalis (Afapika), Gigih Prayogo sebagai gitaris (KOEN the Guitar Band, Akadama and the Yoyo Connection), Danudjaditya sebagai gitaris (Electric Dynamite Flux dan Kombakambek), Bintang Renjana diposisi bass (Ringrootz, Trip Trapper) dan Bable Sagala mengisi posisi drum   (Risky Summerbee and The Honeythief, Metallic Ass, dan SPAD). Ide berawal dari Bable yang mengajak Gigih dan Lukman yang sudah bersahabat sejak lama untuk membuat band kembali, lalu diajaklah Bintang dan Danudjaditya bergabung melengkapi formasi ini. 2 nama terakhir yang disebut tak lain dan tak bukan merupakan pelanggan setia di Watchtower Studio milik sang drummer. “Niat awalny...

Pringgo Refleksikan Perjalanan Kehidupannya Lewat Album Perdana, “Bejana”

Ejaculated -  “Berkenalan Dengan Bejana, Album Perdana Pringgo, penulis lagu sekaligus produser” pada lagu “kita ke sana” dari Hindia, Member Twentyfirst Night dan Memperkenalkan Single “ Pesan” Bersama Dochi Sadega hingga  ‘Bittersweet of Rain’ Bersama Pamungkas Menjadi 2 Trek Utama di Album Ini” Bulan September merupakan moment penting bagi Pringgo yang sempat berkarya bersama Twentyfirst Night karena pada bulan itu, album solo yang telah lama dinanti akhirnya dirilis. Bertajuk “ Bejana ”, album ini merupakan rekoleksi kisah yang penuh makna dan emosional yang mengeksplorasi nuansa emosi manusia, pertumbuhan, dan transformasi. “Semua track di album ini adalah cerminan kejadian kehidupanku selama proses pengerjaan album ini sendiri,” ungkap Pringgo . “ Jadi, album ini terasa personal dan sangat berkesan karena jadi semacam diary kisahku,” lanjutnya. Lewat album yang memang telah digarap kurang lebih selama 1 tahun ini, Evolusi Pringgo sebagai seorang artis sangat...

Mirelle G.Edith Gambarkan Perjalanan Emosional Yang Mendalam Melalui Singel “Ini Tak Biasa”

Ejaculated -  Bagaimana perasaan seseorang saat memasuki suasana baru? Tentu perasaan itu membuat segalanya tercampur aduk. Begitu jugalah yang coba digambarkan oleh Mirelle G. Edith lewat single terbarunya yang bertajuk ‘Ini Tak Biasa’ . “Lagu ini mengajak kita menyadari bahwa segala hal dalam hidup ini, bahkan perasaan paling kelam sekalipun, memiliki waktunya untuk berlalu, ” ungkap Mirelle . “Semua akan kembali seperti semula, atau bahkan lebih baik lagi, kelam jadi terang,” lanjutnya. Itulah mengapa lewat ‘Ini Tak Biasa’ , Mirelle menggambarkan perjalanan emosional yang mendalam dengan menggunakan elemen alam, misalnya hujan untuk menggambarkan kesedihan, suara daun jatuh untuk menggambarkan rasa bimbang, dan langit biru juga kicauan burung untuk menyimbolkan harapan. Semua itu ditulis sendiri oleh Mirelle G. Edith secara lancar. Bahkan saat Mirelle turut serta mengajak Lafa Pratomo sebagai sosok yang terlibat langsung sebagai Producer hingga proses Mastering semuanya ...