Langsung ke konten utama

Deri Adhika Gandeng Helma Namira Garap Single Kolaborasi Bertajuk "Kagum"

Ejaculated - Produser dan penulis lagu, Deri Adhika menggandeng penyanyi Helma Namira dalam sebuah proyek kolaborasi berupa single berjudul "Kagum". Karya ini, mengangkat tema tentang perasaan cinta mendalam kepada sosok yang tak dimiliki. Lewat keterangan tertulisnya, Deri Adhika mengatakan bahwa dalam liriknya, single "Kagum" bercerita tentang seseorang yang jatuh cinta namun harus menyadari keterbatasannya dalam mengungkapkan perasaan tersebut.

"Kadang, kita dipertemukan dengan situasi-situasi yang diluar kendali, seperti kapan cinta datang dan kepada siapa cinta itu berlabuh," tutur Deri Adhika. "Dalam konteks ini, mengagumi seseorang menjadi 'satu-satunya cara' untuk mencintai tanpa mengharapkan balasan. Dengan lirik yang jujur dan penuh makna, lagu ini menggambarkan kedewasaan hati dengan rasa cinta yang tulus meskipun tidak bisa dimiliki, namun tetap dihargai dan dihormati," ucapnya. Deri Adhika sendiri merupakan seorang profesional di bidang hukum yang memiliki ketertarikan mendalam pada musik. Kecintaannya terhadap seni ini, sempat membawanya mempelajari dan menekuni drum dan piano.

Dalam perjalanannya, Deri sempat mengalami patah tangan akibat kecelakaan yang membuatnya memiliki keterbatasan dan tak lagi mampu mengembangkan kemampuannya pada instrumen musik. Namun keterbatasan tersebut tidak memadamkan musikalitas dan semangat bermusiknya, hingga akhirnya dia memutuskan untuk menjadi produser dan penulis lagu. Lewat moniker Deri November Project, Deri Adhika pernah merilis single "Bangun Garudaku" pada 2021 silam, dengan bantuan dua sosok nama besar di industri musik, yakni Handy (Soulvibe) dan Asta (Ran) yang duduk di bangku produser. Gagasan merilis single "Kagum" bersama Helma Namira tercetus saat Deri memperdengarkan untuk pertama kali demo lagu ini kepada dua orang sahabatnya yang juga merupakan produser musik, yakni Caesar (Soulvibe) dan Alif Toeanradjo.

Ketiganya kemudian sepakat untuk memproduksi lagu ini bersama-sama. Namun, proses penggarapan mengalami kendala lantaran mereka tidak menemukan penyanyi dengan suara yang dirasa bakal cocok untuk membawakan karya ini. Cukup lama terbengkalai, proyek ini kemudian bergulir lagi sewaktu Helma Namira, penyanyi yang tak lain merupakan kekasih dari Alif Toeanradjo mencoba menyanyikan lagu "Kagum" dalam sebuah workshop dadakan. Caesar dan Alif Toeanradjo yang merasa karakter suara Helma Namira cocok dengan lagu ini, kemudian mengatur pertemuan dengan Deri Adhika. Dari pertemuan tersebut, mereka sepakat untuk kembali melanjutkan penggarapan single "Kagum".

"Menariknya, sampai saat kita ketemu, yang tahu judul lagunya itu cuma saya sendiri. Tetapi entah bagaimana, Helma bilang bahwa lagu ini akan sangat cocok jika diberi judul 'Kagum'. Saya cukup terkejut mendengarnya, karena sama sekali tidak ada kata ‘kagum’ di liriknya. Dari situ lah saya langsung yakin bahwa memang Helma lah orangnya, dan kemudian langsung saya bilang, iya, lagu ini judulnya memang 'Kagum'," tutur Deri Adhika. Helma Namira sendiri merupakan penyanyi dan penulis lagu asal Depok yang telah merilis sejumlah karya berupa single, yakni "The Light" (2020), "Free Me" (2023), "How Could" (2023), "Nammu" (2023), "Unthinkable" (2024), I Wanna (2024), dan Hallucinating (2024). Keterlibatannya di penggarapan single "Kagum" bersama Deri Adhika menjadi kali pertama baginya berkolaborasi dengan musisi lain, di tengah rencananya untuk melepas EP terbaru bertajuk "Unspoken" dalam waktu dekat.

Single "Kagum" milik Deri Adhika dan Helma Namira akan bisa didengarkan di berbagai peron pemutar musik daring mulai 22 November 2024.


Vsit Instagram : @derinovember , @helmanamira , @reallist.mgt , @ejaculatedzine


Source : Kaos Mukee

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JAPA MANTRA RILIS MAXI SINGLE TENTANG DUNIA DAN SIFAT BURUK MANUSIA

Ejaculated -  Belantika musik kembali kedatangan grup band baru dengan wajah lama dari kota Yogyakarta bernama Japa Mantra.   Mereka terbentuk awal tahun 2024 dan sepakat mengusung genre yang rock yang populer pada tahun 70an. Japa Mantra beranggotakan 5 wajah lama musisi Yogyakarta, diantaranya adalah Lukman Marjabinie sebagai vokalis (Afapika), Gigih Prayogo sebagai gitaris (KOEN the Guitar Band, Akadama and the Yoyo Connection), Danudjaditya sebagai gitaris (Electric Dynamite Flux dan Kombakambek), Bintang Renjana diposisi bass (Ringrootz, Trip Trapper) dan Bable Sagala mengisi posisi drum   (Risky Summerbee and The Honeythief, Metallic Ass, dan SPAD). Ide berawal dari Bable yang mengajak Gigih dan Lukman yang sudah bersahabat sejak lama untuk membuat band kembali, lalu diajaklah Bintang dan Danudjaditya bergabung melengkapi formasi ini. 2 nama terakhir yang disebut tak lain dan tak bukan merupakan pelanggan setia di Watchtower Studio milik sang drummer. “Niat awalny...

Pringgo Refleksikan Perjalanan Kehidupannya Lewat Album Perdana, “Bejana”

Ejaculated -  “Berkenalan Dengan Bejana, Album Perdana Pringgo, penulis lagu sekaligus produser” pada lagu “kita ke sana” dari Hindia, Member Twentyfirst Night dan Memperkenalkan Single “ Pesan” Bersama Dochi Sadega hingga  ‘Bittersweet of Rain’ Bersama Pamungkas Menjadi 2 Trek Utama di Album Ini” Bulan September merupakan moment penting bagi Pringgo yang sempat berkarya bersama Twentyfirst Night karena pada bulan itu, album solo yang telah lama dinanti akhirnya dirilis. Bertajuk “ Bejana ”, album ini merupakan rekoleksi kisah yang penuh makna dan emosional yang mengeksplorasi nuansa emosi manusia, pertumbuhan, dan transformasi. “Semua track di album ini adalah cerminan kejadian kehidupanku selama proses pengerjaan album ini sendiri,” ungkap Pringgo . “ Jadi, album ini terasa personal dan sangat berkesan karena jadi semacam diary kisahku,” lanjutnya. Lewat album yang memang telah digarap kurang lebih selama 1 tahun ini, Evolusi Pringgo sebagai seorang artis sangat...

Mirelle G.Edith Gambarkan Perjalanan Emosional Yang Mendalam Melalui Singel “Ini Tak Biasa”

Ejaculated -  Bagaimana perasaan seseorang saat memasuki suasana baru? Tentu perasaan itu membuat segalanya tercampur aduk. Begitu jugalah yang coba digambarkan oleh Mirelle G. Edith lewat single terbarunya yang bertajuk ‘Ini Tak Biasa’ . “Lagu ini mengajak kita menyadari bahwa segala hal dalam hidup ini, bahkan perasaan paling kelam sekalipun, memiliki waktunya untuk berlalu, ” ungkap Mirelle . “Semua akan kembali seperti semula, atau bahkan lebih baik lagi, kelam jadi terang,” lanjutnya. Itulah mengapa lewat ‘Ini Tak Biasa’ , Mirelle menggambarkan perjalanan emosional yang mendalam dengan menggunakan elemen alam, misalnya hujan untuk menggambarkan kesedihan, suara daun jatuh untuk menggambarkan rasa bimbang, dan langit biru juga kicauan burung untuk menyimbolkan harapan. Semua itu ditulis sendiri oleh Mirelle G. Edith secara lancar. Bahkan saat Mirelle turut serta mengajak Lafa Pratomo sebagai sosok yang terlibat langsung sebagai Producer hingga proses Mastering semuanya ...